Kamis, 07 April 2011

Teknik Audit Kinerja

Yang dimaksud teknik audit kinerja  adalah cara-cara yang ditempuh auditor untuk mendapatkan bukti-bukti yang diperlukan dalam pelaksanaan audit kinerja .berikut ini adalah teknik audit yang umum digunakan oleh auditor
1. Prosedur analitis
Prosedur analitis terdiri dari studi dan perbandingan hubungan-hubungan antara data. Prosedur ini termasuk perhitungan-perhitungan dan penggunaan ratio sederhana, analisa vertikal atau item-item yang sejenis, perbandingan jumlah dengan data historis stau budget. Analytical procedures ini akan menghasilkan bukti analitis.
2. inspeksi
Inspeksi melibatkan penelitian secara cermat terhadap dokumen dan catatan- catatan,serta pemeriksaan fisik terhadap sumber-sumber yang berwujud Prosedur ini digunakan secara luas dalam pemeriksaan. Penyelidikan terhadap dokumen menyediakan suatu alat untuk mengevaluasi bukti dokumentasi. Jadi melalui inspeksi ini auditor dapat menaksir keaslian dokumen, atau mendeteksi adanya perubahan-perubahan yang mungkin dilakukan
3. konfirmasi
konfirmasi adalah bentuk penyelidikan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari pihak luar yang independen. Dalam kasus ,yang biasa, klien membuat permohonan kepada pihak luar secara tertulis, tetapi untuk tujuan pengawasan, jawabannya dikirim langsung kepada auditor. Prosedur pemeriksaan ini menghasilkan bukti konfirmasi.
4. inquiring
Inquiring dapat diartikan sebagai teknik untuk meminta informasi yang melibatkan pertanyaan baik lisan maupun tulisan oleh auditor. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat dibuat secara intern kepada manajemen atau pegawai klien, seperti pertanyaan tentang persediaan yang usang atau kemungkinan dapat ditagihnya piutang, atau secara eksternal menanyakan kepada pengacara yang berkaitan dengan kemungkinanhasilperkara perrtanyaan ini menghasilkan baik bukti lisan maupun tulisan.
5. counting
Dua penggunaan yang paling umum dalam counting (perhitungan) adalah, (1)perhitungan fisik aktiva berwujud seperti jumlah kas atau persediaan yang ada diperusahaan, dan (2) perhitungan untuk dokumen yang diberi nomor sebelumnyaYang pertama menyediakan alat untuk menilai bukti fisik dari jumlah yang ada.Yang kedua bisa ditinjau sebagai penyediaan alat untuk mengevaluasi buktidokumentasi dari kelengkapan catatan akuntansi.
6. TRACING
Dalam tracing, auditor (1) memilih dokumen yang dibuat ketika transaksidilaksanakan, dan (2) menentukan bahwa infonnasi yang terdapat dalamdokumen itu telah dicatat secarawajar d.aJam catatan akuntansi (jurnal dan buku besar). Arah pengujian iniadalah dari dokumen ke catatan akuntansi. Karena prosedur ini memberikeyakinan dari bukti asli sampai akhirnya dimasukkan ke dalam perkiraan, makaprosedur ini terutama sangat bermanfaat untuk mendeteksi catatan akuntansiyang kerendahan. Jadi prosedur ini penting untuk mendapatkan bukti yang berhubungan dengan penegasan untuk kelengkapan.Trasir berhubungan terutama dengan bukti dokumentasi.
7. VOUCHING
Vouching meliputi (1) memilih catatan yang ada pada catatan akuntansi,dan (2) memperoleh dan menyelidiki dokumen yang mendasari catatan tersebutuntuk menentukan keabsahan dan ketelitian transaksi yang dicatat. Denganvouching, arab pengujian berlawanan dengan tracing. Vouching digunakan secaraluas untuk mendeteksi catatan akuntansi yang ketinggian(overstatement). Jadi,prosedur ini penting penting untuk memperoleh bukti sehubungan dengan penegasan terhadap keberadaan atan kejadian (existence or occurrence).
8. Pengamatan
Pengamatan berhubungan dengan memperhatikan akanmenyaksikan pelaksanaan suatu kegiatan alan proses. Kegiatan tersebut bisa merupakan proses yang rutin dari suatu jenis transaksi seperti penerimaan kas, untuk melihat apakah pegawai melaksanakan tugasnya sesuai dengan kebijaksanaan dan prosedur yang telah itetapkan Selain itu anditor mungkin juga mengamati ketelitian pegawai dalam pelaksanaan persediaan fisik persediaan tahunan. Jadi dalam hal ini auditor hanya mengamati proses perhitungan fisik persediaan. Berbeda halnya dengan inspecting, auditor melakukan inspeksi atan memeriksa unsur-unsur persediaan tertentu untuk membuat penaksiran sendiri mengenai kondisi persediaan tersebut. Dari prosedur ini auditor mendapatkan sendiri pengetahuan secara langsung mengenai kegiatan perusahaan dalam bentuk bukti fisik
9. REPERFORMING
Penerapan yang paling sering dilakukan dalam prosedur ini adalah melakukan kembali perhitungan, dan rekonsiliasi yang telah dibuat oleh klien. Misalnya termasuk penghitungan kembali terhadap jumlah, biaya penyusutan, bunga, dan lain sebagainya. Prosedur ini menghasilkan bukti matematis.
Teknik audit dengan bantuan komputer
Apabila catatan akuntansi klien menggunakan media elektronik, auditor dapat menggunakan teknik ini untuk membantu dalam pelaksanaan beberapa prosedur yang telah dibicarakan sebelumnya misalnya auditor dapat menggunakan software untuk melaksanakan perhitungan dan perbandingan yang digunakan pada prosedur analitis, memilih sampel piutang untuk konfirmasi, melaksanakan penghitungan kembali berbagai macam perhitungan, dll.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar